10Hi, My Name is Ajeng Ria. I am Omah Backpacker Founder. Omah Backpacker is a voluntourism destination in Malang. A combination of volunteering and tourism, voluntourism is a popular form of international travel that allows you to contribute to sustainable development while exploring a new country and culture.

Omah Backpacker mission core is creating education & creative space for village society. We ask traveller for helping us realize good enviroment for better village. You can involve to our program

  • Stay with one night one book program at Omah Backpacker
  • Holiday teaching at Kelas Kampung
  • Travelling and sharing with Good Holiday

Travelling with Omah Backpacker will giving you different experience. You will not only get pleasure but positive spirit for having good life.

Lets get in touch with us for your next good holiday at Malang.

Iklan
Panel 1

Sewa Mobil di Malang

Kami juga melakukan pendampingan kepada pemuda desa dengan memberikan pelatihan menjadi pemandu dan driver wisata. Cara ini adalah langkah kecil kami untuk membangun pemuda mandiri. Keuntungan dari usaha ini , sebagian akan kami gunakan untuk membangun proyek sosial selanjutnya.

Panel 2

Omah Sinau, Ruang Bersama Membangun Desa Melalui Pendidikan

Omah Sinau formed because of our concerns on the quality of children’s education, especially in rural or marginal region. Education curriculum seems too centralized and less appropriate to local rural life. Education curriculum only gives room for prospective academics and less in favor of work that requires skill. While more rural children are required to have the provision of education that makes them immediately ready to work and not have to wait for many – years of spending time, money and effort in higher education. Actually existing educational institutions such as vocational skills but things touch only on the surface of the problem, after graduated from Vocational school  they were not equipped with the ability to independently and good managerial. So that the end – the end they will be in the lowest strata in an industry, labor. It should be expected after the Vocational school, they have the ability to innovate better than children of high school graduates so they are expected to build up employment at least for himself.

Omah Sinau invite children early on to develop their skills outside of academia. We are given confidence by giving them the provision of foreign language skills. On several occasions, we will bring native speaker so that children used to communicating with strangers. The ability to discuss school teaches English 75% theory, the discovered fact that so many childrens with the high English score has no ability to speak English with good communication.We think foreign language ability will be  main capital in improving their confidence.

Omah Sinau also want to teachs childrens about the importance of knowing the local culture and the Indonesian state. Pancasila is the credo of Indonesia.Childrens are taught classical Javanese dance, play a javanese musical instrument – gamelan, drawing traditional motifs, and the Java language. Omah sinau also give priority to the implementation of Pancasila in every aspect of life. Tolerance, respect, fair attitude, and brave account for the deeds done are important points that we always emphasize to child ren.

We hope Omah Sinau to awaken young people who live in rural areas. If all this village only be “disadvantaged areas”, with joint efforts we can bergeliat village next generation – great generai independent despite living within the limits. So that someday they could be the generation of an empathetic and does not forget where he came from.

————————————————————————–

Omah Sinau terbentuk karena keprihatinan kami terhadap kualitas pendidikan anak terutama di desa atau kawasan marjinal. Kurikulum pendidikan terkesan terlalu sentralistik dan kurang sesuai dengan kehidupan lokal pedesaan. Kurikulum pendidikan hanya memberi ruang untuk calon akademisi dan kurang memihak pada pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan. Sementara anak pedesaan lebih dituntut untuk memiliki bekal pendidikan yang membuat mereka segera siap kerja, bukan harus menunggu bertahun – tahun menghabiskan waktu, uang, dan tenaga di pendidikan tinggi. Sebenarnya sudah ada lembaga pendidikan keahlian seperti SMK namun semuanya seperti hanya mentuh di permukaan masalah, selulus SMK mereka tidak dibekali dengan kemampuan mandiri dan manajerial yang baik. Sehingga ujung – ujungnya mereka akan berada di strata terbawah dalam sebuah industri, buruh. Harusnya diharapkan selepas SMK, mereka memiliki kemampuan inovasi yang lebih baik daripada anak lulusan SMA jadi mereka diharapkan bisa membangun lapangan kerja setidaknya untuk dirinya sendiri.

Omah Sinau mengajak anak sedari dini untuk mengembangkan kemampuan mereka di luar akademis seperti menggambar, menari, membuat kerajinan, dan fotografi. Mereka diberikan kepercayaan diri dengan memberi mereka bekal kemampuan berbahasa asing. Dalam beberapa kesempatan, kami akan mendatangkan native speaker agar anak terbiasa berkomunikasi dengan orang asing. Kemampuan bahasa inggris yang diajarkan sekolah 75% adalah teori, jadi banyak ditemukan fakta kalau anak – anak dengan nilai bahasa inggris tinggi mempunya kemampuan komunikasi berbahasa inggris yang baik.

Menurut kami ini salah satu modal utama dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Omah Sinau juga ingin menekankan pada anak – anak tentang pentingnya mengenal budaya lokal dan dasar negara Indonesia. Pancasila adalah kredo Bangsa Indonesia. Anak – anak diajarkan menari jawa klasik, memainkan karawitan, menggambar motif – motif tradisional, dan berbahasa jawa. Omah sinau juga mengutamakan pengamalan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Toleransi, menghargai, Adil dalam bersikap, dan berani mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan adalah poin penting yang selalu kami tekankan kepada anak -anak.

Kami berharap Omah Sinau bisa membangunkan generasi muda yang tinggal di kawasan pedesaan. Kalau selama ini desa hanya menjadi “kawasan tertinggal”, dengan usaha kita bersama Desa bisa bergeliat melahirkan generasi – generai hebat yang mandiri meskipun hidup dalam keterbatasan. Sehingga kelak mereka bisa menjadi generasi yang penuh empati dan tidak melupakan darimana dia berasal.

 

Panel 3 Placeholder
Panel 4 Placeholder